Perubahan

“Diam itu mematikan!”,

Kutipan pendek dari seorang senior di kampus yang dulunya ku anggap ‘biasa’ karena terkonotasi dengan pergerakan mahasiswa, sekaligus kutipan yang sekarang kumaknai sebagai penegasan betapa perubahan adalah sesuatu yang pasti.

Hidup itu dinamis dan senantiasa berubah.

Bukankah sesuatu yang hidup itu selalu bergerak dan berubah??Jantung yang berdetak, darah yang senantiasa mengalir dalam pembuluh darah, sinyal listrik yang tak pernah terputus menyambungkan milyaran neuron dalam otak, tarikan dan hembusan nafas, fisiologi tubuh yang senantiasa berubah seiring berjalan waktu adalah bukti-bukti yang dipakai untuk menentukan apakah seseorang masih hidup atau tidak. Seperti itu hidup, begitu juga kehidupan manusia. Selama seseorang masih hidup selama itu juga kehidupannya akan terus berubah, semua peristiwa yang terjadi dari awal membuka mata di subuh hari sampai menutup mata di malam hari tak akan pernah sama seiring pergantian waktu. Hanya saat mati lah perubahan fisiologi dan kehidupan manusia terhenti dan berakhir diam tak bergerak ,tentu saja sebelum memulai tahapan hidup baru yang hakiki.

Perubahan adalah hal yang pasti dalam hidup dan kehidupan manusia. Hanya cara menyikapi dan memaknai perubahan itulah yang membedakan kualitas dari akumulasi perubahan di tiap orangnya. Begitulah kira-kira yang kupahami…🙂

Karena perubahan itu pasti dan keputusan untuk mengarahkan perubahan itu ke arah yang lebih baik adalah pilihanku,, maka untuk diriku yang telah memulai blog ini dari awal  akan melihat perubahan-perubahan pada blog ini ke depannya… Begitulah…Siap-siap untuk perubahan, menuju hari esok yang lebih bermakna, lebih berilmu, lebih bertakwa, lebih istiqomah…!

 

8 thoughts on “Perubahan

  1. hooo……
    apa bukan gara2 ente pengen lebih putis & ngebiasain diri make kata yang lebih romantis???
    gyaaaagyaaa…..hehee

  2. aarrrrgghhh………….uda tau gitu masih pk nanya sok lugu lagi??!!
    astagfirullah…sabar,sabar,,emang paling susah lawan diri sendiri…
    hmm,yah,…bilang aja karena ane sekarang memaknai kata2 tsb dengan cara yg berbeda dari yg udah2…
    puas…??!!

  3. hoho,iya deh bos…
    tp masa ga ada motif lain sih??
    gini2 ane juga bagian dari ente lho,i know what are you thinking…
    hehe

  4. gak lah,ga pernah kepikiran ane…lagian itu juga udah lama banget kan…
    ane dulu pake kata ‘gw’ gara2 mang ga mau tkesan resmi aja,klo pake bahasa minang juga bisanya pake kata ‘aden’ kan??

  5. aaahhh,,*light bulb on*,,itu..itu….
    ente udah ga make kata ‘gue’ lagi…
    hahaa….
    kenapa bos?? kepikiran apa yang di bilang mbak itu ya??haha…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s