Di Balik ‘Cermin’

IntroZo(Intro+Intermezo)>>>bwt lucu2an aj…😀 Yep,maksudnya ‘Cermin’ di bagian judul di atas adalah ‘Cermin’ yang jadi salah satu tag postingan di blog ini. Tadinya mau bikin judul “Di Balik ‘Cermin’; Sebuah Legitimasi” tapi malah kedengaran lebay,jadinya di-cut kaya yang di atas aja.🙂

Barang siapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, niscaya Dia memeperbaiki hubungannya dengan orang lain.

Barang siapa memerhatikan urusan akhiratnya, Allah akan memerhatikan urusan dunianya.

Barang siapa menjadi penasihat bagi dirinya sendiri, Allah akan menjadi penjaganya.

[Ali ibn Abi Thalib]

Di zaman jahiliyah dulu, kebiasaan saya untuk muhasabah dan mengevaluasi diri sepertinya terlahir dari rasa rendah diri akibat kurangnya rasa penerimaan dari orang sekitar dan dari diri sendiri sehingga rasanya saya tidak pernah merasa ‘cukup’ dan harus terus berusaha memperbaiki diri sendiri. Namun, karena sepertinya saya berorientasi pada harapan akan penerimaan dari orang lain jadilah ‘evaluasi diri versi jahiliyah’ itu hanyalah pembelaan yang tidak melahirkan tindakan nyata untuk berubah. Bahkan,kalau lagi sial ‘evaluasi diri versi jahiliyah’ itu malah cuma melahirkan pikiran-pikiran negatif baru yang telah bermutasi untuk semakin memperpuruk diri sendiri.

Yah, kebiasaan memang sulit diubah. Tapi, seiring bertambah umur dan ilmu (amin,insyaAllah🙂 ), akhirnya saya mulai bisa berikhtiar untuk benar-benar memperbaiki diri, tidak cuma sampai batas ‘merenungi kesalah & kekurangan’ tapi sudah memasuki tahap ‘pembuatan resolusi’ dan ‘komitmen untuk bertindak’.InsyaAllah. Cuma perlu ditambah ‘pikiran positif’, keinginan untuk lebih baik pun akan bisa melahirkan hal-hal baik yang tidak akan cukup jika hanya di dada dan selalu ingin terwujud dalam tindakan nyata. Dan itu semua, akan bisa didapat dari pemahaman dan ilmu yang bisa datang dari mana saja, bahkan dari tulisan iseng dari blog kecil ini.

Untuk  memperbaiki diri seringkali kita harus melihat kejahilan yang telah lalu, memahami hikmah di setiap kejadian, mamaknai ilmu dalam kehidupan nyata, mengingatkan dan diingatkan.

Karena itulah, perlu ada ‘Cermin’ di blog ini. Untuk melihat, untuk mengingatkan.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s