July 8th,2009: I voted!!

Picture 056

Yep, I voted!! Sebagai warganegara yang baik gw sudah melaksanakan hak  gw untuk memilih pasangan Capres Cawapres pilihan gw di Pemilu Presiden 2009 ini. Dan rasanya menyenangkan juga pas udah menyontreng, rasanya kaya udah hampir menjadi warganegara yang sempurna lah, karena udah bisa mendapatkan hak untuk menyuarakan pilihan dan diperhitungkan suaranya di ajang sepenting Pemilu.

Urusan DPT (Daftar Pemilih Tetap) mungkin masih aja seamburadul Pemilu Legislatif sebelumnya [kalo ga mau dibilang lebih hancur], tapi buat gw pribadi udah lumayan ada kemajuan lah,karena hak gw untuk memilih ga lagi dinafikan kaya Pemilu Legislatif sebelumnya. Gw, yang sebagai anak rantau yang ga pulkam pas Pemilu dan banyak teman2 yg senasib lainnya, dengan sangat baik hati dibantu oleh teman2 dari Pokja BEM UI untuk dapat ikut Pemilu kali ini dan terdaftar dalam DPT di TPS2 sekitar UI.Alhamdulillah,dan untuk ini gw benar2 berterimakasih ke teman2 dari Pokja BEM dan semua yang udah ngebantu (termasuk bapak2,ibu2,mas2 yang udah  nunjukin jalan ke TPS 005🙂 ).

Nah,kalo gw sih dapat TPS nya di TPS 005 di RT 02 RW 02 Srengseng Sawah, yang ngabisin waktu 45 menit buat jalan dan nyari2 lokasi nya. Dan setelah perjalanan yang cukup membingungkan gw dan Ade akhirnya nemuin juga TPS yang di maksud. Whaha,senengnya, capek pun jadi hilang,saking penasarannya sama proses Pemilu . Apalagi pas udah di TPS ternyata ga perlu lagi ngantri, paling gw cuma 10 menitan di TPS dan kira2 pada pukul 12.10 akhirnya gw pun melakukan itu,PENYONTRENGAN!! dengan diawali dengan Bismillah tentu. Nah,begitulah.

Karena ini Pemilu pertama yang gw ikutin gw sih senang2 aja pas ngejalaninnya. Tapi terlepas dari itu, tetap aja ada kekhawatiran akan siapa yang bakal terpilih jadi pemimpin bangsa ini. Jujur, dari yang udah gw pelajari tentang ketiga pasang calon, ga ada satupun pasangan yang terasa baik,terlepas dari kenyataan tidak ada manusia yang sempurna tentunya. Belum lagi soal kekhawatiran apakah Pemilu ini akan benar2 mewakili suara rakyat, penyelenggaraan Pemilu yang kacau, kekhawatiran akan permainan pihak2 yang berkepentingan, kekhawatiran akan kenyataan masih banyak pemilih yang gw rasa hanya memilih berdasarkan sosok atau yang orang bilang ‘kharisma’ dan bukan dari program kerja yg ditawarkan ataupun kejujuran track record-nya  (yah,ini mungkin kekhawatiran yanng terlalu ‘pribadi’) dan yang paling terasa adalah kekhawatiran soal penyelenggaraan dan sistem pemilihan yang jelas ga diajarkan dalam Islam.

Yah,walaubagaimanapun kondisi nya, menurut gw sikap paling bijak adalah untuk tetap memilih bahkan dari pilihan2 yang terburuk sekalipun, apalagi jika di sana masih ada harapan dan optimisme, daripada memilih untuk tak melakukan apa2 dan hanya bisa terus berharap. Karena  diam itu mematikan.

Kalau sudah memilih, kita hanya bisa berdoa pada Allah agar siapapun yang terpilih sebagai Presiden bisa menjadi pemimpin yang amanah,jujur,tegas,istiqomah dalam kebenaran dan tidak lagi mengkhianati rakyat. Dan juga harus berdoa supaya kita semua (rakyat) bisa bersabar di jalan Allah, kalaupun yang terpilih nanti adalah presiden yang melanjutkan pengkhianatannya. Wallahu ‘alam bis shawab..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s