Long Way to be a Leader …[1st]

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas orang-orang yang dipimpinnya di Hari Kiamat kelak.”

Yah,tiap kita adalah pemimpin,,minimal mimpin diri sendiri. Walopun dibilang minimal, seringkali itu bukan hal yang mudah,, apalagi buat mimpin orang lain… berat boss, semua akan diminta pertanggungjawabannya.

Yah…walopun berat,tugas kita hanyalah belajar dan belajar,karna pemimpin yang hebat itu bukan lahir dengan sendirinya,,itu butuh proses…proses belajar yang panjang. Dan itu adalah salah satu hal yang gw niatin saat gw menerima amanah sebagai Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (LitBang) di IME 2009 di awal semester4 ini,yaitu belajar.  Sekarang udah di akhir semester 4,minggu depan malah gw udah mau UAS, banyak hal yang udah terjadi slama gw memimpin beberapa orang teman 2008 di kepengurusan ini,, banyak masalah dan tantangan yang udah dijalanin dan gw ingin semua itu tak hanya berlalu begitu aja tapi ada pelajaran yang bisa dan harus gw ambil dari itu semua…. dan itulah yang bikin gw bikin postingan dengan judul kaya gini, Long Way to be a Leader. Di postingan ini gw bakal nulis semua hal yang terjadi dan yang gw pelajari selama jadi KaBid LitBang, tulisan ini yang akan menemani gw menjalani hari-hari panjang perjuangan pembelajaran diri menjadi seorang pemimpin yang baik.

Nah,…. di postingan perdana ini ada satu hal yang pengen gw tulis tentang pengalaman gw hari ini.

Hari ini gw belajar bahwa seorang yang memimpin orang lain jangan hanya bisa berekspektasi pada orang yang dipimpinnya, tapi juga harus mengenal kondisi dan kemampuan orang yang dipimpinnya.

Saat pemimpin tak mengenal batas kemampuan orang yang dipimpinnya dan hanya berharap orang yang diserahkan tugas akan bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka hanya kekecewaanlah yang akan didapat. Itulah yang gw alamin hari ini, gw masih belum bisa bijak untuk mengingat bahwa yang gw pimpin itu belum nyampe setahun ada di Teknik dan rata2 ga punya pengalaman berorganisasi sebelumnnya. Gw ga bijak karena tlah ngasih tugas begitu aja dan berharap ketika gw datang semua sudah akan beres tanpa perlu gw bantu apa2 lagi.  Awalnya gw berpikir supaya mereka bisa mandiri tanpa harus bergantung sama gw (ehem..eheeem….jgn gede kpla bos… 😀 ) karna gw berpikir mereka juga harus belajar dan mempersiapkan diri buat nglanjutin estafet kemahasiswaan di Elektro tercinta ini,,tapi yang gw lupa bahwa gw juga punya tanggungjawab buat nemenin mereka tanpa harus bikin mereka tergantung sama KaBid-nya. Dan  akan sangat ga adil ketika gw berharap mereka bisa belajar dengan sendirinya dan gw berpikir gw bisa santai2 main Rock Legends! saat mereka sedang belajar.

Fiuuuuhhh…. berat rasanya,,saat keegoisan mengaburkan tanggung jawab. Tambahan pe er buat gw,,proses ini masih panjang boii… Tetap istiqomah, luruskan niat dan bantulah hamba menjalankan amanah ini ya Allah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s